TUGAS / KUIS /
UJIAN
NAMA : NINA
ANDRIANI
KELAS : KOMPUTER
AKUNTANSI 5
No absen : 18
A. RESUME
PENDANAAN
JANGKA MENENGAH DAN JANGKA PANJANG
v PENDANAAN JANGKA MENENGAH
Jenis
sumber dana jangka menengah sebagai berikut :
1. TERM LOAN
Term
loan memiliki biaya yang lebih rendah daripada modal saham atau obligasi. Hal
ini disebabkan karena jika perusahaan harus mengeluarkan saham atau obligasi,
maka harus membayar biaya emisi, pendaftaran dan biaya lain yang berkaitan
dengan pengeluaran saham dan obligasi. Dengan demikian untuk keperluan dana
yang tidak terlalu besar, penjualan saham dan obligasi ini biayanya terlalu
mahal.
Resiko
– resiko Term Loan :
a. Interest
Rate Risk
b. Default
Risk
2. EQUIPMENT LOAN
adalah pembiayaan yang digunakan unntuk
penggandaan perlengkapan baru. Biasanya diberikan untuk perlengkapan yang
dengan mudah dapat diperjualbelikan, bukan perlengkapan yang terspesialisasi.
Hal ini karena perlengkapan khusus relative lebih sukar untuk diperjualbelikan.
3. LEASING
Adalah suatu kontrak antara pemilik
aktiva (lessor) dan pihak lain yang memanfaatkan aktiva tersebut (lessee) untuk
jangka waktu tertentu.
Manfaat leasing adalah :
§ Untuk
bahwa lessee dapat memanfaatkan aktiva tersebut tanpa harus memiliki aktiva
tersebut.
v PENDANAAN JANGKA PANJANG
Jenis
sumber dana jangka panjang antara lain :
1. OBLIGASI
Obligasi adalah surat
tanda uang yang dikeluarkan oleh perusahaan sejumlah tertentu dan akan jatuh
tempo pada waktu tertentu dan memberikan pendapatan sebesar bunga tertentu.
2. SAHAM BIASA
Saham biasa merupakan
sumber dana yang permanen, karena akan tertanam dalam perusahaan untuk jangka
waktu yang tidak terbatas selama perusahaan masih menjalankan kegiatan operasi.
3. SAHAM PREFEREN
Saham preferen merupakan
bagian dari modal sendiri. Saham preferen memberikan pendapatan yang relative
konstan, biaya modal salah preferen yang cenderung lebih tinggi daripada biaya
utang karena resiko yang dihadapi pemegang saham preferen lebih besar dari
resiko pemegang obligasi.
v TEORI PENENTUAN HARGA OPSI
Opsi
adalah suatu kontrak yang memberikan pemilik/ pemegang hak untuk menjual atau
membeli sutau asset dengan hara tertentu selama jangka waktu yang telah
ditentukan.
Karakteristik
utama opsi adalah bahwa pemiliknya tidak berkewajiban untuk menggunakan haknya
atas opsi yang dimilikinnya. Jadi opsi memberi hak, tetapi bukan kewajiban
untuk membeli atau menjual suatu asset.
Faktor-faktor
yang menentukan harga opsi antara lain :
1. Harga
saham yang diperjual belikan
2. Harga
penyerahan atas opsi yang bersangkutan
3. Waktu
yang tersisa hingga jatuh tempo
4. Volatilitas
harga saham yang bersangkutan
5. Tingkat
bunga bebas risiko saat ini
6. Tingkat
dividen atas saham yang bersangkutan
B.
SOAL
1.
Kelebihan dan kelemahan pembiayaan
jangka menengah berikut :
a)
TERM
LOAN
§ Kelebihan
1. Panjangnya
periode peminjaman
2. Biaya
modalnya lebih rendah dibanding modal saham dan obligasi.
§ Kelemahan
1. Term
loan lebih beresiko dibanding utang jangka pendek.
2. Bunga
term loan akam lebih besar daripada bunga hutang jangka pendek.
b)
EQUIPMENT
LOAN
§ Kelebihan
1.
Peminjam lebih mudah mendapatkan
perlengkapan yang mudah untuk dijual
§ Kelemahan
1. Peminjam
akan menanggung beban yang lebih tinggi dari harga barang
c)
LEASING
§ Kelebihan
1. Transaksi
capital lease diperhitungkan sebagai operational lease pembayaran lease
dianggap sebagai biaya mengurangi pendapatan kena pajak. Tetapi tidak begitu
hal nya jika ditinjau dari segi komersial.
2.
Pembiayaan penuh
3.
Lebih fleksibel
4.
Sumber Pembiayaan
Alternatif
5.
Off balance sheet
6.
Kemudahan penyusutan anggaran
§ Kelemahan
1.
Hak kepemilikan barang hanya akan berpindah apabila kewajiba lease
telah diselesaikan dan hak opsi digunakan.
2.
Seandainya terjadi pembatalan suatu perjanjian sewa
guna usaha, maka kemungkinan biaya
yang ditimbulkan cukup besar.
3.
Barang modal yang
diperoleh oleh lease tidak dapat
dijadikan jaminan untuk memperoleh kredit.
4.
Resiko yang melekat pada
peralatan atau barang modal itu sendiri. Kemungkinan adanya kenakalan
penyewa guna usaha untuk melakukan jual atau sewa kepada pihak sewa guna usaha
yang lain.
5.
Fluktuasi bunga. Adanya
fluktuasi bunga menimbulkan resiko bunga bagi perusahaan sewa guna usaha,
karena antara investasi dalam barang yang disewa guna usaha dengan sumber dana
pembelanjaan tidak sesuai.
2.
Kelebihan dan kelemahan pembiayaan jangka
panjang berikut :
a)
OBLIGASI
§ Kelebihan
1. Keuntungan
menarik pemegang obligasi tidak mempunyai hak suara dalam kebijakan perusahaan
sehingga tidak mempengaruhi manajemen.
2. Bunga
obligasi mungkin lebih rendah disbanding deviden yang harus dibayarkan kepada
pemegang saham.
3. Bunga
merupakan biaya yang dibebankan pada perusahaan yang dapat mengurangi kewajiban
pajak sedangkan deviden adalah pembagian laba yang tidak dapat dibebankan
sebagai biaya.
§ Kelemahan
1. Bunga
obligasi adalah beban tetap baik dalam keadaan perusahaan mendapat laba atau
mengalami kerugian.
2. Jika
perusahaan tidak mampu membayar obligasi yang jatuh tempo, pemegang obligasi
tetap mempunyi hak untuk menuntut pengembalian obligasi sedangkan pemegang
saham tidak mempunyai hak demikian karena pemegang saham adalah pemilik
perusahaanyang turut bertanggung jawab menanggung resiko kerugian perusahaan.
b)
SAHAM
BIASA
§ Kelebihan
1. Tidak ada kewajiban tetap untuk
membayar deviden kepada pemegang saham biasa.
2. Saham biasa tidak memiliki jatuh
tempo
3. Saham biasa kurang beresiko bagi
perusahaan apabila dibandingkan sumber pembiayaan lainnya baik saham preferen
maupun hutang jangka panjang. Dari segi investor saham biasa memiliki tingkat
resiko yang lebih tinggi kerena sangat tergantung pada besarnya keuntungan
sehingga investor akan meminta tingkat keuntungan yang lebih besar daripada
tingkat keuntungan obligasi maupun saham preferen yang relative kecil.
4. Memungkinkan untuk diversivikasi
usaha, meningkatkan likuiditas, mendapat tambahan kas dan lebih mudah dalam
mengukur nilai perusahaan.
5. Perusahaan semakin transparan dan
semakin banyak pihak yang ikut mengamati kegiatan perusahaan karena dengan
menjual sahamnya ke public berarti perusahaan tersebut menjadi milik public.
§ Kelemahan
1. Dengan menjual saham biasa akan
mengancam kendali yang dipegang pemegang saham mayoritas.
2. Menurunnya laba per lembar saham
yang beredar.
3. Timbulnya agency problem yang
meningkatkan agency costs karena adanya konflik antar kelompok seperti pemilik
perusahaan, manajer atau pengelola usaha, dan karyawan.
c)
SAHAM
PREFEREN
§ Kelebihan
1. bahwa pembayaran deviden atas saham
preferen relative lebih flexible dibandingkan dengan bunga utang
2. ketidak mampuan pembayaran deviden
kepada pemegang saham preferen tidak berakibat terlalu buruk dibandingkan
dengan ketidak mampuan membayar bunga utang yang dapat diancam kebangkrutan.
3. Penggunaan saham preferen akan dapat
meningkatkan degree of financial leverage.
§ Kelemahan
1. Didahulukan dalam pembagian deviden
jika perusahaan mengalami keuntungan
2. saham prioritas dapat ditawarkan
dalam berbagai cara, yaitu :
-
cumulative
Preference Share, yaitu deviden yang tidak dibagikan pada akhir tahun harus
dibagikan secara kumulatif (seluruhnya) pada tahun tahun berikutnya.
-
Participating
Preference Share, yaitu pemilik saham memiliki prioritas atas keuntungan
perusahaan. Setelah pemilik saham prioritas biasa memperoleh deviden, pemilik
saham prioritas berhak pula memperoleh tambahan pembayaran dari keuntungan
perusahaan yang masih tersisa.
-
Saham
prioritas jenis biasa sering pula memperoleh deviden lebih besar daripada
deviden yang diterima pemegang saham biasa.
-
Jika
perusahaan dilikuiditas, pemilik saham prioritas akan menerima lebih dulu uang
yang mereka investasikan sebelum pemilik saham biasa memperoleh pengembalian
modal.
3.
Perusahaan memilih sumber dana jangka
menengah jika adanya kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi dengan sumber dana
jangka pendek disuatu pihak dan juga sulit dipenuhi dengan sumber dana jangka
panjang di pihak lain.
Sedangkan untuk
perusahaan yang memilih menggunakan sumber dana jangka panjang apabila untuk
mendanai asset yang masa pakainya jangka panjang, seperti tanah, mesin, pabrik,
atau proyek-proyek konstruksi.
4.
OPSI BELI
Opsi beli ( call
option) adalah suatu tipe kontrak yang memberikan hak kepada pembeli opsi untuk
membeli (call) dari penjual opsi sejumlah lembar saham tertentu dalam jangka
waktu tertentu.
OPSI JUAL
Opsi jual ( put option) adalah suatu tipe kontrak yang
memberikan hak kepada pembeli opsi untuk menjual (put) kepada penjual opsi
sejumlah lembar saham tertentu pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu.
5.
ARTIKEL
ü SUMBER
DANA JANGKA MENENGAH
Jakarta,
4 September 2014. PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero)
/”SMF” membuka jalinan kerjasama untuk pertama kalinya dengan PT Bank
Pembangunan Daerah Kalimantan Barat. Jalinan kerjasama ditandai dengan
penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Penyaluran Pinjaman oleh Raharjo
Adisusanto, Direktur Utama PT SMF bersama Sutomo, Direktur PT. SMF dan Sudirman
HMY, Direktur Utama Bank Kalbar dengan Sirwan Fahruddin, Direktur Bank Kalbar
pada Kamis, 4 September 2014 di kantor SMF, Panglima Polim, Jakarta Selatan.
Kerjasama ini
sebagai salah satu upaya SMF untuk mendukung penyaluran pinjaman KPR di
Indonesia terutama di daerah, dengan cara memfasilitasi pembiayaan jangka
menengah/panjang dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kesinambungan
pembiayaan perumahan sehingga terjangkau oleh masyarakat, ujar Raharjo. Selain
itu, diharapkan kerjasama ini dapat membuka kesempatan bagi Bank Pembangunan
Daerah lainnya untuk bersinergi bersama SMF.
Keinginan
Bank Pembangunan Daerah untuk memberikan pembiayaan perumahan dengan dana
jangka panjang yang prioritasnya kepada masyarakat berpenghasilan menengah ke
bawah sudah terlihat, terbukti mulai banyak Bank Pembangunan Daerah melakukan
kerjasama Refinancing KPR dengan SMF, seperti Bank DKI, Bank NTB, Bank Nagari,
Bank Kalsel dan BPD Bali, serta lainnya yang saat ini dalam proses penjajakan
untuk kerjasama.
Raharjo
menegaskan kembali, kerjasama ini sejalan dengan misi SMF dalam mengembangkan
pembiayaan sekunder perumahan untuk meningkatkan keterjangkauan kepemilikan
rumah yang layak bagi masyarakat, sekaligus merefleksikan dukungan SMF terhadap
BPD agar semakin aktif dalam penyaluran pembiayaan KPR di daerahnya
masing-masing.
Bagi Bank
Kalbar, kerjasama ini dapat mendorong peningkatan sumber dana bagi Bank Kalbar
dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga keuangan dalam penyaluran
kredit/pembiayaan, khususnya kredit/pembiayaan pemilikan rumah yang memenuhi
kriteria SMF, tukas Sudirman HMY.
Harapan
kedepan, kerjasama yang tercipta antara SMF dan Bank Kalbar ini merupakan
langkah SMF dalam mendorong pertumbuhan pembiayaan KPR di Indonesia, terutama
di daerah-daerah yang memiliki potensi pengembangan wilayah yang diperuntukkan
bagi perumahan masyarakat. Selain itu, kerjasama ini dapat terus berlanjut,
guna tercapainya tujuan mulia bersama, menyediakan rumah yang layak dan
terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
ü SUMBER
DANA JANGKA PANJANG
PT
Bank Danamon Indonesia Tbk Terbitkan Obligasi Sebesar Rp 2 Triliun
Jakarta, 9 November 2010
PT Bank Danamon Indonesia Tbk.
(Danamon) hari ini mengumumkan rencana penawaran publik atas obligasi
Rupiah dengan suku bunga tetap berjangka waktu 3 dan 5 tahun. Penerbitan
obligasi – dengan nilai total mencapai sebanyak-banyaknya Rp 2 triliun ini,
ditujukan untuk meragamkan sumber-sumber pendanaan serta mendukung pertumbuhan
kredit Danamon, khususnya di segmen mikro dan usaha kecil menengah (UKM).
“Penerbitan obligasi ini menyusul
momentum positif pada pertumbuhan kredit kami yang didukung oleh kondisi usaha
yang kondusif,” kata Henry Ho, Direktur Utama Danamon. Di semua lini bisnisnya,
Danamon mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 25% secara setahunan sampai
dengan 30 September 2010. “Karena itu, kami yakin penerbitan ini dilakukan pada
waktu yang tepat dan akan mendukung peranan kami dalam pertumbuhan ekonomi
kedepan,” lanjut Henry. “Penerbitan obligasi ini membantu dalam meragamkan
sumber-sumber pendanaan, serta menyeimbangkan profil pendanaan kami terhadap
portofolio kredit mass market, yang sebagian besar adalah pembiayaan jangka
menengah dan panjang,” jelas Henry. Sampai dengan akhir September 2010, kredit
Danamon di segmen mass market mencapai Rp44.462 miliar dan membentuk 57% dari
total kredit Danamon.
“Obligasi ini akan diterbitkan dalam
dua seri; yaitu ‘Seri A’ dengan jangka waktu 3 tahun, dan ‘Seri B’ berjangka
waktu 5 tahun, dimana pembayaran bunga masing-masing obligasi ini akan
dilakukan setiap kuartal,” jelas Vera Eve Lim, Direktur dan Chief Financial
Officer Danamon. Sebagaimana disampaikan melalui Paparan Publik Danamon di
Jakarta hari ini, obligasi yang bernama ‘Obligasi II Tahun 2010 Dengan Tingkat
Bunga Tetap’ dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp 2 triliun, akan dicatatkan di
Bursa Efek Indonesia dan ditawarkan pada tingkat 100% nilai nominalnya.
“Bersama ini kami sampaikan pula
bahwa perusahaan pemeringkat efek PT Pefindo telah memberikan peringkat
idAA+/Stable bagi PT Bank Danamon Indonesia Tbk dan obligasi yang akan
diterbitkan ini, setelah mempertimbangkan posisi kompetitif kami dalam bisnis
pembiayaan mikro dan pembiayaan konsumer, serta profil keuangan kami yang
kuat,” lanjut Vera.
Penjamin pelaksana emisi obligasi
untuk penerbitan obligasi Danamon adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Indo
Premier Securities, PT Kresna Graha Sekurindo Tbk. Dan PT Standard Chartered
Securities Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar