Senin, 26 Januari 2015

BAB 8 MENEJEMEN KEUANGAN

TUGAS / KUIS / UJIAN
NAMA           :           NINA ANDRIANI
KELAS             :           KOMPUTER AKUNTANSI 5
No absen     :           18       

A.   RESUME
PENDANAAN JANGKA MENENGAH DAN JANGKA PANJANG
v  PENDANAAN JANGKA MENENGAH
Jenis sumber dana jangka menengah sebagai berikut :
1.      TERM LOAN
Term loan memiliki biaya yang lebih rendah daripada modal saham atau obligasi. Hal ini disebabkan karena jika perusahaan harus mengeluarkan saham atau obligasi, maka harus membayar biaya emisi, pendaftaran dan biaya lain yang berkaitan dengan pengeluaran saham dan obligasi. Dengan demikian untuk keperluan dana yang tidak terlalu besar, penjualan saham dan obligasi ini biayanya terlalu mahal.
Resiko – resiko Term Loan :
a.       Interest Rate Risk
b.      Default Risk
2.      EQUIPMENT LOAN
adalah pembiayaan yang digunakan unntuk penggandaan perlengkapan baru. Biasanya diberikan untuk perlengkapan yang dengan mudah dapat diperjualbelikan, bukan perlengkapan yang terspesialisasi. Hal ini karena perlengkapan khusus relative lebih sukar untuk diperjualbelikan.
3.      LEASING
Adalah suatu kontrak antara pemilik aktiva (lessor) dan pihak lain yang memanfaatkan aktiva tersebut (lessee) untuk jangka waktu tertentu.
Manfaat leasing adalah :
§  Untuk bahwa lessee dapat memanfaatkan aktiva tersebut tanpa harus memiliki aktiva tersebut.

v  PENDANAAN JANGKA PANJANG
Jenis sumber dana jangka panjang antara lain :
1.      OBLIGASI
Obligasi adalah surat tanda uang yang dikeluarkan oleh perusahaan sejumlah tertentu dan akan jatuh tempo pada waktu tertentu dan memberikan pendapatan sebesar bunga tertentu.

2.      SAHAM BIASA
Saham biasa merupakan sumber dana yang permanen, karena akan tertanam dalam perusahaan untuk jangka waktu yang tidak terbatas selama perusahaan masih menjalankan kegiatan operasi.

3.      SAHAM PREFEREN
Saham preferen merupakan bagian dari modal sendiri. Saham preferen memberikan pendapatan yang relative konstan, biaya modal salah preferen yang cenderung lebih tinggi daripada biaya utang karena resiko yang dihadapi pemegang saham preferen lebih besar dari resiko pemegang obligasi.

v  TEORI PENENTUAN HARGA OPSI
Opsi adalah suatu kontrak yang memberikan pemilik/ pemegang hak untuk menjual atau membeli sutau asset dengan hara tertentu selama jangka waktu yang telah ditentukan.
Karakteristik utama opsi adalah bahwa pemiliknya tidak berkewajiban untuk menggunakan haknya atas opsi yang dimilikinnya. Jadi opsi memberi hak, tetapi bukan kewajiban untuk membeli atau menjual suatu asset.
           
Faktor-faktor yang menentukan harga opsi antara lain :
1.      Harga saham yang diperjual belikan
2.      Harga penyerahan atas opsi yang bersangkutan
3.      Waktu yang tersisa hingga jatuh tempo
4.      Volatilitas harga saham yang bersangkutan
5.      Tingkat bunga bebas risiko saat ini
6.      Tingkat dividen atas saham yang bersangkutan

B.    SOAL
1.    Kelebihan dan kelemahan pembiayaan jangka menengah berikut :
a)   TERM LOAN
§  Kelebihan
1.      Panjangnya periode peminjaman
2.      Biaya modalnya lebih rendah dibanding modal saham dan obligasi.

§  Kelemahan
1.      Term loan lebih beresiko dibanding utang jangka pendek.
2.      Bunga term loan akam lebih besar daripada bunga hutang jangka pendek.

b)   EQUIPMENT LOAN
§  Kelebihan
1.   Peminjam lebih mudah mendapatkan perlengkapan yang mudah untuk dijual

§  Kelemahan
1.   Peminjam akan menanggung beban yang lebih tinggi dari harga barang

c)   LEASING
§  Kelebihan
1.   Transaksi capital lease diperhitungkan sebagai operational lease pembayaran lease dianggap sebagai biaya mengurangi pendapatan kena pajak. Tetapi tidak begitu hal nya jika ditinjau dari segi komersial.
2.   Pembiayaan penuh
3.   Lebih fleksibel
4.   Sumber Pembiayaan Alternatif
5.   Off balance sheet
6.   Kemudahan penyusutan anggaran

§  Kelemahan
1.      Hak kepemilikan barang hanya akan berpindah apabila kewajiba lease telah diselesaikan dan hak opsi digunakan.
2.      Seandainya terjadi pembatalan suatu perjanjian sewa guna usaha, maka kemungkinan biaya yang ditimbulkan cukup besar.
3.      Barang modal yang diperoleh oleh lease tidak dapat dijadikan jaminan untuk memperoleh kredit.
4.      Resiko yang melekat pada peralatan atau barang modal itu sendiri. Kemungkinan adanya kenakalan penyewa guna usaha untuk melakukan jual atau sewa kepada pihak sewa guna usaha yang lain.
5.      Fluktuasi bunga. Adanya fluktuasi bunga menimbulkan resiko bunga bagi perusahaan sewa guna usaha, karena antara investasi dalam barang yang disewa guna usaha dengan sumber dana pembelanjaan tidak sesuai.

2.    Kelebihan dan kelemahan pembiayaan jangka panjang berikut :
a)   OBLIGASI
§  Kelebihan
1.      Keuntungan menarik pemegang obligasi tidak mempunyai hak suara dalam kebijakan perusahaan sehingga tidak mempengaruhi manajemen.
2.      Bunga obligasi mungkin lebih rendah disbanding deviden yang harus dibayarkan kepada pemegang saham.
3.      Bunga merupakan biaya yang dibebankan pada perusahaan yang dapat mengurangi kewajiban pajak sedangkan deviden adalah pembagian laba yang tidak dapat dibebankan sebagai biaya.

§  Kelemahan
1.      Bunga obligasi adalah beban tetap baik dalam keadaan perusahaan mendapat laba atau mengalami kerugian.
2.      Jika perusahaan tidak mampu membayar obligasi yang jatuh tempo, pemegang obligasi tetap mempunyi hak untuk menuntut pengembalian obligasi sedangkan pemegang saham tidak mempunyai hak demikian karena pemegang saham adalah pemilik perusahaanyang turut bertanggung jawab menanggung resiko kerugian perusahaan.

b)   SAHAM BIASA
§  Kelebihan
1.      Tidak ada kewajiban tetap untuk membayar deviden kepada pemegang saham biasa.
2.      Saham biasa tidak memiliki jatuh tempo
3.      Saham biasa kurang beresiko bagi perusahaan apabila dibandingkan sumber pembiayaan lainnya baik saham preferen maupun hutang jangka panjang. Dari segi investor saham biasa memiliki tingkat resiko yang lebih tinggi kerena sangat tergantung pada besarnya keuntungan sehingga investor akan meminta tingkat keuntungan yang lebih besar daripada tingkat keuntungan obligasi maupun saham preferen yang relative kecil.
4.      Memungkinkan untuk diversivikasi usaha, meningkatkan likuiditas, mendapat tambahan kas dan lebih mudah dalam mengukur nilai perusahaan.
5.      Perusahaan semakin transparan dan semakin banyak pihak yang ikut mengamati kegiatan perusahaan karena dengan menjual sahamnya ke public berarti perusahaan tersebut menjadi milik public.

§  Kelemahan
1.      Dengan menjual saham biasa akan mengancam kendali yang dipegang pemegang saham mayoritas.
2.      Menurunnya laba per lembar saham yang beredar.
3.      Timbulnya agency problem yang meningkatkan agency costs karena adanya konflik antar kelompok seperti pemilik perusahaan, manajer atau pengelola usaha, dan karyawan.

c)   SAHAM PREFEREN
§  Kelebihan
1.      bahwa pembayaran deviden atas saham preferen relative lebih flexible dibandingkan dengan bunga utang
2.      ketidak mampuan pembayaran deviden kepada pemegang saham preferen tidak berakibat terlalu buruk dibandingkan dengan ketidak mampuan membayar bunga utang yang dapat diancam kebangkrutan.
3.      Penggunaan saham preferen akan dapat meningkatkan degree of financial leverage.

§  Kelemahan
1.      Didahulukan dalam pembagian deviden jika perusahaan mengalami keuntungan
2.      saham prioritas dapat ditawarkan dalam berbagai cara, yaitu :
-          cumulative Preference Share, yaitu deviden yang tidak dibagikan pada akhir tahun harus dibagikan secara kumulatif (seluruhnya) pada tahun tahun berikutnya.
-          Participating Preference Share, yaitu pemilik saham memiliki prioritas atas keuntungan perusahaan. Setelah pemilik saham prioritas biasa memperoleh deviden, pemilik saham prioritas berhak pula memperoleh tambahan pembayaran dari keuntungan perusahaan yang masih tersisa.
-          Saham prioritas jenis biasa sering pula memperoleh deviden lebih besar daripada deviden yang diterima pemegang saham biasa.
-          Jika perusahaan dilikuiditas, pemilik saham prioritas akan menerima lebih dulu uang yang mereka investasikan sebelum pemilik saham biasa memperoleh pengembalian modal.

3.    Perusahaan memilih sumber dana jangka menengah jika adanya kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi dengan sumber dana jangka pendek disuatu pihak dan juga sulit dipenuhi dengan sumber dana jangka panjang di pihak lain.
Sedangkan untuk perusahaan yang memilih menggunakan sumber dana jangka panjang apabila untuk mendanai asset yang masa pakainya jangka panjang, seperti tanah, mesin, pabrik, atau proyek-proyek konstruksi.

4.    OPSI BELI
Opsi beli ( call option) adalah suatu tipe kontrak yang memberikan hak kepada pembeli opsi untuk membeli (call) dari penjual opsi sejumlah lembar saham tertentu dalam jangka waktu tertentu.
OPSI JUAL
      Opsi jual ( put option) adalah suatu tipe kontrak yang memberikan hak kepada pembeli opsi untuk menjual (put) kepada penjual opsi sejumlah lembar saham tertentu pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu.
5.    ARTIKEL
ü  SUMBER DANA JANGKA MENENGAH
Jakarta, 4 September 2014. PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero) /”SMF” membuka jalinan kerjasama untuk pertama kalinya dengan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat.  Jalinan kerjasama ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Penyaluran Pinjaman oleh Raharjo Adisusanto, Direktur Utama PT SMF bersama Sutomo, Direktur PT. SMF dan Sudirman HMY, Direktur Utama Bank Kalbar dengan Sirwan Fahruddin, Direktur Bank Kalbar pada Kamis, 4 September 2014 di kantor SMF, Panglima Polim, Jakarta Selatan.  
Kerjasama ini sebagai salah satu upaya SMF untuk mendukung penyaluran pinjaman KPR di Indonesia terutama di daerah, dengan cara memfasilitasi pembiayaan jangka menengah/panjang dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kesinambungan pembiayaan perumahan sehingga terjangkau oleh masyarakat, ujar Raharjo. Selain itu, diharapkan kerjasama ini dapat membuka kesempatan bagi Bank Pembangunan Daerah lainnya untuk bersinergi bersama SMF.
Keinginan Bank Pembangunan Daerah untuk memberikan pembiayaan perumahan dengan dana jangka panjang yang prioritasnya kepada masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah sudah terlihat, terbukti mulai banyak Bank Pembangunan Daerah melakukan kerjasama Refinancing KPR dengan SMF, seperti Bank DKI, Bank NTB, Bank Nagari, Bank Kalsel dan BPD Bali, serta lainnya yang saat ini dalam proses penjajakan untuk kerjasama.  
Raharjo menegaskan kembali, kerjasama ini sejalan dengan misi SMF dalam mengembangkan pembiayaan sekunder perumahan untuk meningkatkan keterjangkauan kepemilikan rumah yang layak bagi masyarakat, sekaligus merefleksikan dukungan SMF terhadap BPD agar semakin aktif dalam penyaluran pembiayaan KPR di daerahnya masing-masing.  
Bagi Bank Kalbar, kerjasama ini dapat mendorong peningkatan sumber dana bagi Bank Kalbar dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga keuangan dalam penyaluran kredit/pembiayaan, khususnya kredit/pembiayaan pemilikan rumah yang memenuhi kriteria SMF, tukas Sudirman HMY.  
Harapan kedepan, kerjasama yang tercipta antara SMF dan Bank Kalbar ini merupakan langkah SMF dalam mendorong pertumbuhan pembiayaan KPR di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang memiliki potensi pengembangan wilayah yang diperuntukkan bagi perumahan masyarakat. Selain itu, kerjasama ini dapat terus berlanjut, guna tercapainya tujuan mulia bersama, menyediakan rumah yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

ü  SUMBER DANA JANGKA PANJANG
PT Bank Danamon Indonesia Tbk Terbitkan Obligasi Sebesar Rp 2 Triliun

Jakarta, 9 November 2010
PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Danamon) hari ini mengumumkan rencana penawaran publik  atas obligasi Rupiah dengan suku bunga tetap berjangka waktu 3 dan 5 tahun. Penerbitan obligasi – dengan nilai total mencapai sebanyak-banyaknya Rp 2 triliun ini, ditujukan untuk meragamkan sumber-sumber pendanaan serta mendukung pertumbuhan kredit Danamon, khususnya di segmen mikro dan usaha kecil menengah (UKM).
“Penerbitan obligasi ini menyusul momentum positif pada pertumbuhan kredit kami yang didukung oleh kondisi usaha yang kondusif,” kata Henry Ho, Direktur Utama Danamon. Di semua lini bisnisnya, Danamon mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 25% secara setahunan sampai dengan 30 September 2010. “Karena itu, kami yakin penerbitan ini dilakukan pada waktu yang tepat dan akan mendukung peranan kami dalam pertumbuhan ekonomi kedepan,” lanjut Henry. “Penerbitan obligasi ini membantu dalam meragamkan sumber-sumber pendanaan, serta menyeimbangkan profil pendanaan kami terhadap portofolio kredit mass market, yang sebagian besar adalah pembiayaan jangka menengah dan panjang,” jelas Henry. Sampai dengan akhir September 2010, kredit Danamon di segmen mass market mencapai Rp44.462 miliar dan membentuk 57% dari total kredit Danamon.
“Obligasi ini akan diterbitkan dalam dua seri; yaitu ‘Seri A’ dengan jangka waktu 3 tahun, dan ‘Seri B’ berjangka waktu 5 tahun, dimana pembayaran bunga masing-masing obligasi ini akan dilakukan setiap kuartal,” jelas Vera Eve Lim, Direktur dan Chief Financial Officer Danamon. Sebagaimana disampaikan melalui Paparan Publik Danamon di Jakarta hari ini, obligasi yang bernama ‘Obligasi II Tahun 2010 Dengan Tingkat Bunga Tetap’ dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp 2 triliun, akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dan ditawarkan pada tingkat 100% nilai nominalnya.
“Bersama ini kami sampaikan pula bahwa perusahaan pemeringkat efek PT Pefindo telah memberikan peringkat idAA+/Stable bagi PT Bank Danamon Indonesia Tbk dan obligasi yang akan diterbitkan ini, setelah mempertimbangkan posisi kompetitif kami dalam bisnis pembiayaan mikro dan pembiayaan konsumer, serta profil keuangan kami yang kuat,” lanjut Vera.
Penjamin pelaksana emisi obligasi untuk penerbitan obligasi Danamon adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Securities, PT Kresna Graha Sekurindo Tbk. Dan PT Standard Chartered Securities Indonesia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar