Percobaan Kimia 'Membuat Gula Batu'




 Membuat Gula Batu


1.1 Tujuan
            Untuk mengetahui cara pembuatan gula batu

1.2 Dasar Teori
            Menurut Darwin (2013), gula adalah suatu karbohidrat sederhana karena dapat
larut dalam air dan langsung diserap tubuh untuk diubah menjadi energi. Secara umum,
gula dibedakan menjadi dua, yaitu:

a. Monosakarida
Sesuai dengan namanya yaitu mono yang berarti satu, ia terbentuk dari satu molekul gula. Yang termasuk monosakarida adalah glukosa, fruktosa, galaktosa.

b. Disakarida
Berbeda dengan monosakarida, disakarida berarti terbentuk dari dua molekul gula. Yang termasuk disakarida adalah sukrosa (gabungan glukosa dan fruktosa), laktosa
(gabungan dari glukosa dan galaktosa) dan maltosa (gabungan dari dua glukosa)
Gula merupakan suatu karbohidrat sederhana yang umumnya dihasilkan dari
tebu. Namun ada juga bahan dasar pembuatan gula yang lain, seperti air bunga kelapa, aren, palem, kelapa atau lontar. Gula sendiri mengandung sukrosa yang merupakan
anggota dari disakarida.
Gula batu diperoleh dari pengolahan gula pasir biasa agar mudah larut. Bentuknya
merupakan bongkahan gula menyerupai batu berwarna putih, dimana tingkat
kemanisan gula batu lebih rendah dibanding gula pasir, hampir 1/3 dari gula pasir.
Bagi pankreas dan organ tubuh, gula batu lebih sehat dan bersahabat dibanding
dengan gula pasir.

1.3 Alat Dan Bahan
1.        Bak/ kaleng yang di dalamnya dilapisi dengan kertas minyak dan benang-benang yang digantungkan.
2.         Isolator dapat berupa jerami, sekam padi, atau serbuk gergaji
3.         Panci
4.         Kain penyaring yang bersih
5.         Gula pasir (1 kg)
6.         Air bersih (450 ml)
7.         Air kapur (40 ml)
8.         Putih telur

1.4 Cara Kerja
1.         Larutkan guka dalam panci sambil dipanaskan.
2.        Setelah semua gula larut, saringlah larutan itu dengan kain saring yang bersih. Jika kotorannya terlalu banyak, tambahkan putih telur yang telah dikocok (satu butir telur cukup untuk 30 kg gula)
3.        Tambahkan air kapur kedalam larutan gula yang telah bersih sambil dipanaskan dan diaduk didapatkan larutan yang kental dan bersuhu sekitar 115⁰C.
4.        Tuangkan larutan gula yang panas pada bak/ kaleng yang sebelumnya telah ditanam isolator dan biarkan minimal selama tujuh hari supaya terjadi proses pengkristalan.
5.        Lakukan penyiraman pada sekam padi setiap 3 hari sekali.

2.1 Data Pengamatan
Pembuatan gula batu dimulai pada hari Minggu, 16 Februri 2014. Pengamatan dilakukan selama 2 minggu.
No.
          Hari
  Pengamatan
Hasil
Pengamatan
1
Minggu
§  Belum terjadi perubahan
2
Senin
§  Larutan gula berubah menjadi kental
3
Selasa
§  Tetap
4
Rabu
§  Ada sedikit pengkristalan di dasar benang
§  Pengkristalan berwarna putih
§  Pengkristalan berbentuk butir kecil-kecil dan bergabung
5
Kamis
§  Tetap
6
Jum’at
§  Pengkristalan kecil-kecil berbentuk balok merambat ke
benang
§  Larutan gula di dalam kaleng tetap kental tidak terjadi perubahan
7
Sabtu
§  Tetap
8
Minggu
§  Tetap
9
Senin
§  Gula yang mengkristal agak mengkilat
10
Selasa
§  Pengkristalan semakin merambat ke benang dan berbentuk balok
lebih besar daripada pada hari ke 4
11
Rabu
§  Padatan gula yang mengkristal mengeras
12
Kamis
§  Tetap
13
Jum’at
§  Tetap
14
Sabtu
§  Tetap
15
Minggu
§  Gula yang mengkristal berbentuk balok lebih banyak di sekitar
benang bagian bawah dan saling melekat
§  Agak mengkilat dan mengeras
§  Larutan gula di dalam kaleng tetap kental


2.2 Analisa Data
            Pembuatan gula batu yang saya lakukan pada hari Minggu, 16 Februari 2014 pada hari pertama belum terjadi perubahan. Pada hari kedua larutan gula menjadi kental. Sampai dengan hari keempat mulai ada sedikit pengkristalan di dasar benang, gula yang mengkristal berwarna putih dan berbentuk butir kecil-kecil dan bergabung menjadi satu. Sedangkan larutan gula didalam kaleng tetap tidak ada perubahan. Hari kelima saya mengamati tidak terjadi perubahan dari hari sebelumnya (tetap). Di hari keenam gula yang mengkristal berbentuk balok merambat keatas benang. Sampai dengan hari kedelapan masih sama.
Senin, 24 Maret 2014 gula yang mengkristal agak mengkilat. Hari berikutnya pengkristalan semakin merambat ke benang dan berbentuk balok lebih besar daripada pada hari keempat. Hari kesebelas gula yang berbentuk kristal mengkilat dan mengeras. Kemudian hari Kamis sampai Sabtu 3 hari berturut-turut tidak terjadi perubahan (tetap). Menginjak hari terakhir, dapat diperoleh hasil gula yang mengkristal berbentuk balok, berwarna putih, mengeras, gula yang mengkristal mengelilingi disekitar bawah benang merambat ke atas, saling melekat dan larutan gula di dalam kaleng kental.

2.3 Kesimpulan
            Bahan dasar gula pada umumnya berasal dari tebu namun ada juga bahan dasar pembuatan gula yang lain, seperti air bunga kelapa, aren, palem, kelapa atau lontar. Gula sendiri mengandung sukrosa yang merupakan anggota dari disakarida.
           Penambahan air kapur dalam pembuatan gula batu adalah untuk mempercepat terjadinya pengkristalan pada larutan gula. Sedangkan penggunaan benang adalah untuk membuat pori-pori pada larutan gula agar larutan gula cepat mengkristal. Proses pengkristalan terjadi pada hari keempat. Gula yang mengkristal berbentuk balok dan saling menempel serta mengeras.


Lampiran



















 


 









 








 
 
























0 komentar:

Posting Komentar

Copyright 2009 Nina Andriani. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates