A. RESUME
BAB
7
INTERAKSI
KEPTUSAN INVESTASI DENGAN KEPUTUSAN PENDANAAN
Keputusan
investasi berkaitan dengan bagaimana memilih investasi yang menguntungkan,
sedangkan keputusan pendanaan berkaitan dengan bagaimana menggunakan sumber
dana yang berbeda-beda. Hal ini disebut sebagai interaksi keputusan investasi
dengan keputusan pendanaan.
Interaksi keputusan
investasi dengan keputusan pendanaan menyangkut analisis terhadap
profitabilitas (keuntungan) investasi apabila dibiayai tidak dengan 100% modal
sendiri.
Untuk mengaitkan
keputusan investasi dengan keputusan pendanaan ada 2 cara, yaitu:
1.
Menggunakan biaya modal rata-rata
tertimbang
2.
Metode adjusted present value
A.
PENGGUNAAN BIAYA MODAL RATA-RATA
TERTIMBANG
Suatu investasi akan dibiayai dengan
berbagai sumber dana, sedangkan masing-masing sumber dana mempunyai biaya yang
berbeda-beda, maka perlu dihitung rata-rata tertimbang dari biaya-biaya modal
tersebut.
1. Biaya
Modal Sendiri
Biaya modal sediri menunjukkan tingkat
keuntungan yang diinginkan oleh pemilik modal sendiri sewaktu mereka bersedia
menyerahkan dana tersebut ke perusahaan.
2. Biaya
Hutang
Biaya hutang menunjukkan berapa biaya
yang harus ditanggung oleh perusahaan karena perusahaan menggunakan dana yang
berasal dari pinjaman.
3. Biaya
Saham Preferen
Saham preferen adalah saham yang
memberikan jaminan kepada pemiliknya untuk menerima dividen dalam jumlah
tertentu, berapapun laba/rugi perusahaan. Karena saham preferen merupakan salah
satu bentuk modal sendiri, maka perusahaan tidak berkewajiban melunasi saham
tersebut.
4. Perhitungan
biaya modal rata-rata tertimbang
B. PENAKSIRAN ARUS KAS OPERASI DAN BIAYA
MODAL RATA-RATA TERTIMBANG
Cara
tersebut hanya benar apabila kita mengasumsikan bahwa proyek akan dibiayai
dengan 100% modal sendiri.
C.
PENGGUNAAN ADJUSTED NET PRESENT VALUE
(APV)
Metode
ini memulai analisis dengan menaksir Base Case NPV dari proyek. Base Case NPV
adalah NPV pada saat diasumsikan proyek dibiayai dengan 100% modal sendiri.
Selanjutnya baru dihitung apa dampak dari keputusan pendanaan. Keputusan
pendanaan dapat memberikan dampak yang positif maupun negative. APV merupakan
penjumlahan antara Base Case NPV dengan dampak keputusan pendanaan.
B. LATIHAN SOAL
1. Menurut
saya, menguntungkan tidaknya suatu investasi dipengaruhi oleh sumber dananya.
Apalagi investasi tersebut dibiayai oleh modal sendiri. Tentunya akan sangat
berpengaruh terhadap kepuasan pemilik modal. Semua tergantung omset dan besar
kecilnya yang diinvestasikan.
2. Macam-macam sumber dana perusahaan
:
·
Berasal
dari dalam perusahaan
Pembelanjaan dengan sumber dana dari
dalam perusahaan ini disebut pembelanjaan intern, yang meliputi :
-
Penggunaan laba perusahaan
-
Penggunaan cadangan
-
Penggunaan laba yang tidak
dibagi/ditahan
-
Dana dari penyusutan aktiva tetap
·
Berasal
dari luar perusahaan
Pembelanjaan dengan sumber dana dari
luar perusahaan disebut pembelanjaan ekstern, yang meliputi :
-
Dana dari pemilik/ peserta.
Dana ini diwujudkan dalam bentuk saham,
dan pembelanjaanya disebut pembelanjaan sendiri.
-
Dana dari utang pinjaman.
Dapat berupa utang jangka panjang dan
utang jangka pendek. Pembelanjaan ini disebut pembelanjaan asing.
3. Perbedaan
antara perusahaan laba dan nonlaba
1. Perusahaan
laba
-
Kepemilikan perusahaan jelas
-
Sumber pendanaan jelas yakni dari
keuntungannya.
-
Penyebaran tanggung jawab jelas
-
Perusahaan laba, pajaknya sangat jelas.
Karena mereka mencari keuntungan. Otomatis, mereka harus membayar pajak sesuai
UU Perpajakan.
2. Perusahaan
Nonlaba
-
Kepemilikan perusahaan tidak jelas
-
Sumber pendanaan tidak jelas. Maksutnya
modalnya berasal dari para penyumbang yang tidak mengharapkan pembayaran
kembali atas manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang
diberikan.
-
Penyebaran tanggung jawab tidak jelas
-
Perusahaan nonlaba adalah subjek pajak.
Artinya seluruh kewajiban subjek pajak harus dilakukan tanpa terkecuali. Akan
tetapi, tidak semua penghasilan yang diperoleh yayasan merupakan obyek pajak.
4. Jelaskan
:
a.
Pengertian
biaya modal
Biaya modal (Cost of Capital) adalah
biaya rill yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana baik
yang berasal dari hutang, saham preferen, saham biasa, dan laba ditahan untuk
mendanai suatu investasi atau operasi perusahaan.
b.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi biaya modal
1. Kondisi
perekonomian, ketika permintaan akan uang dalam ekonomi berubahsecara relative
terhadap penawaran, misalnya mengubah tingkat pengembalian yang disyaratkan.
2. Kondisi
pasar, ketika resiko meningkat maka investor akan mensyaratkan tingkat
pengembalian yang lebih tinggi.
3. Keputusan
operasi dan keuangan, ketika resiko usaha dan resiko keuangan meningkat,
tingkat pengembalian yang diisyaratkan investor akan meningkat pula.
4. Jumlah
pembiayaan, modal yang besar dan meningkat pula biaya modal perusahaan.
c. Pengertian biaya modal rata-rata
tertimbang adalah laba dari investasi baru dengan risiko
rata-rata yang perusahaan harus harapkan untuk mempertahankan harga saham.
d.
Pengertian
adjusted discount rate adalah pendekatan
tingkat diskonto penyesuaian terhadap tingkat bunga bukan terhadap present
value cash.
5. Pengertian,
karakteristik, kelebihan dan kekurangan dari :
a. Saham Biasa adalah merupakan surat,
piagam atau sertifikat berharga sebagai bentuk kepemilikan sebuah perusahaan
dan aspek-aspek penting didalamnya.
Karakteristik Saham Biasa
:
§ Hak
didahulukan, bila organisasi penerbit menerbitkan saham baru
§ Tanggung jawab
terbatas, pada jumlah yang diberikan saja
Kelebihan :
§ Tidak ada kewajiban tetap untuk
membayar deviden kepada pemegang saham biasa.
§ Saham biasa tidak memiliki jatuh
tempo
§ Saham biasa kurang beresiko bagi
perusahaan apabila dibandingkan sumber pembiayaan lainnya baik saham preferen
maupun hutang jangka panjang. Dari segi investor saham biasa memiliki tingkat
resiko yang lebih tinggi kerena sangat tergantung pada besarnya keuntungan
sehingga investor akan meminta tingkat keuntungan yang lebih besar daripada
tingkat keuntungan obligasi maupun saham preferen yang relative kecil.
§ Memungkinkan untuk diversivikasi
usaha, meningkatkan likuiditas, mendapat tambahan kas dan lebih mudah dalam
mengukur nilai perusahaan.
§ Perusahaan semakin transparan dan
semakin banyak pihak yang ikut mengamati kegiatan perusahaan karena dengan
menjual sahamnya ke public berarti perusahaan tersebut menjadi milik public.
Kekurangan
:
§ Dengan menjual saham biasa akan
mengancam kendali yang dipegang pemegang saham mayoritas.
§ Menurunnya laba per lembar saham
yang beredar.
§ Timbulnya agency problem yang
meningkatkan agency costs karena adanya konflik antar kelompok seperti pemilik
perusahaan, manajer atau pengelola usaha, dan karyawan.
b. Saham Preferen
adalah bentuk antara obligasi dan saham milik karena saham tipe ini
mempunyai pembayaran deviden tetap menyerupai bunga pada obligasi, tetapi juga
tidak mempunyai hari jatuh tempo seperti saham milik.
Karakteristik
Saham Preferen :
§ Memiliki berbagai
tingkat, dapat diterbitkan dengan karakteristik yang berbeda
§ Tagihan terhadap aktiva dan pendapatan, memiliki prioritas lebih tinggi dari
saham biasa dalam hal pembagian dividen
§ dividen kumulatif,
bila belum dibayarkan dari periode sebelumnya maka dapat dibayarkan pada
periode berjalan dan lebih dahulu dari saham biasa
§ Konvertibilitas,
dapat ditukar menjadi saham biasa, bila kesepakatan antara pemegang saham dan
organisasi penerbit terbentuk
Kelebihan :
§ bahwa pembayaran deviden atas saham
preferen relative lebih flexible dibandingkan dengan bunga utang
§ ketidak mampuan pembayaran deviden
kepada pemegang saham preferen tidak berakibat terlalu buruk dibandingkan
dengan ketidak mampuan membayar bunga utang yang dapat diancam kebangkrutan.
§ Penggunaan saham preferen akan dapat
meningkatkan degree of financial leverage.
Kekurangan :
§ Didahulukan dalam pembagian deviden
jika perusahaan mengalami keuntungan
§ saham prioritas dapat ditawarkan
dalam berbagai cara, yaitu :
-
cumulative
Preference Share, yaitu deviden yang tidak dibagikan pada akhir tahun harus
dibagikan secara kumulatif (seluruhnya) pada tahun tahun berikutnya.
-
Participating
Preference Share, yaitu pemilik saham memiliki prioritas atas keuntungan
perusahaan. Setelah pemilik saham prioritas biasa memperoleh deviden, pemilik
saham prioritas berhak pula memperoleh tambahan pembayaran dari keuntungan
perusahaan yang masih tersisa.
-
Saham
prioritas jenis biasa sering pula memperoleh deviden lebih besar daripada
deviden yang diterima pemegang saham biasa.
-
Jika
perusahaan dilikuiditas, pemilik saham prioritas akan menerima lebih dulu uang
yang mereka investasikan sebelum pemilik saham biasa memperoleh pengembalian
modal.
c. Obligasi
merupakan surat utang jangka menengah-panjang yang dapat dipindahtangankan yang
berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga
pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan
kepada pihak pembeli obligasi tersebut.
Karakteristik
Obligasi :
§ Nilai
obligasi (jumlah dana yang dipinjam)
§ Jangka
waktu obligasi
§ Nilai
principal dan nominal rate obligasi
§ Jadwal
pembayaran obligasi
§ Diterbitkan
perusahaan atau pemerintah
Kelebihan :
§ Keuntungan
menarik pemegang obligasi tidak mempunyai hak suara dalam kebijakan perusahaan
sehingga tidak mempengaruhi manajemen.
§ Bunga
obligasi mungkin lebih rendah disbanding deviden yang harus dibayarkan kepada
pemegang saham.
§ Bunga
merupakan biaya yang dibebankan pada perusahaan yang dapat mengurangi kewajiban
pajak sedangkan deviden adalah pembagian laba yang tidak dapat dibebankan
sebagai biaya.
Kelemahan :
§ Bunga
obligasi adalah beban tetap baik dalam keadaan perusahaan mendapat laba atau
mengalami kerugian.
§ Jika
perusahaan tidak mampu membayar obligasi yang jatuh tempo, pemegang obligasi
tetap mempunyi hak untuk menuntut pengembalian obligasi sedangkan pemegang
saham tidak mempunyai hak demikian karena pemegang saham adalah pemilik
perusahaanyang turut bertanggung jawab menanggung resiko kerugian perusahaan.
6. Menghitung
biaya modal rata-rata tertimbangnya
Perusahaan
Middle Corp
|
Sumber dana
|
Komposisi
|
Biaya modal setelah pajak
|
Rata-rata tertimbang
|
|
Hutang
|
0,30
|
12,6%
|
3,78%
|
|
Saham preferen
|
0,10
|
20%
|
2%
|
|
Saham biasa
|
0,60
|
25%
|
15%
|
|
Biaya modal rata-rata tertimbang
|
|
|
20,78%
|
Angka tersebut menunjukkan bahwa apabila
perusahaan tersebut diharapkan akan bisa memberikan IRR > 20,78% maka
perusahaan tersebut dinilai menguntungkan. Atau jika NPV perusahaan tersebut
dihitung dengan tingkat bunga sebesar 20,78% dan diharapkan memberikan angka
positif, maka perusahaan tersebut dinilai menguntungkan.
7.
Metode
adjusted present value (APV)
Adjusted
present value adalah pemikiran bahwa suatu investasi akan dibiayai berbagai
sumber dana dan masing-masing dana tersebut mempunyai biaya yang berbeda-beda.










0 komentar:
Posting Komentar